Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Motivasi Dan Waktu Yang Tepat Untuk Mencari Tuhan [Hosea 10:12]

 

Dalam kitab Perjanjian Lama, perilaku seseorang terhadap Tuhan menentukan datangnya berkat, atau datangnya kutuk. Artinya, jika seseorang hidup menurut ketetapan Tuhan dan tetap berpegang pada perintahNya serta melakukannya, maka Tuhan akan memberikan berkat kepadanya. 

Berkat itu diberikan misalnya dalam bentuk hujan pada masanya, suasana damai sejahtera di dalam negeri, atau menang perang terhadap musuh (bdk. Imamat 26:3-6). 

Sedangkan jika seseorang tidak mendengarkan Tuhan, tidak melakukan segala perintahNya, menolak ketetapan Tuhan, dan yang hatinya muak mendengar perintah Tuhan serta mengingkari perjanjianNya, maka Tuhan akan mendatangkan kutuk kepadanya. 

Kutuk itu diberikan misalnya dalam bentuk batuk kering serta demam, kesia-siaan dalam menabur benih. Sementara tanah tidak akan memberikan hasil dan pohon-pohon tidak akan memberi buah (bdk. Imamat 26:14-20). 

a. Motivasi mencari Tuhan 

Jika seseorang ingin menuai berkat, maka ia harus memulainya dengan menabur hal-hal yang bermanfaat, yang sesuai dengan kesukaan Tuhan. Jika ingin menuai kutuk berarti melakukan sebaliknya.

Perihal tabur dan tuai dalam konteks ini bisa anggap sebagai memberi dan menerima. Oleh sebab itu, Nabi Hosea menyampaikan aturan tambahan tentang menabur atau memberi, yaitu menaburlah sesuai dengan keadilan. 

Keadilan maksudnya adalah kesesuaian. Jika ya, berarti ya. Jika tidak, berarti tidak. Maka berikanlah sesuai dengan keadilan Tuhan. Segala perbuatan tangan Tuhan adalah keadilan (Mazmur 111:7). 

Oleh sebab itu, ketika kita memberi seharunya memang berdasarkan perintah dari Tuhan, karena Ia tahu seberapa besar kemampuan kita dalam memberi. 

Sesungguhnya memberi sesuai dengan kehendak Tuhan, dan sesuai dengan kemampuan diri sendiri adalah memberi yang sesuai dengan keadilan. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat hari ini, “… menuailah menurut kasih setia!” Kasih setia itu bisa berarti belas kasihan.

Juga Pemazmur mengatakan bahwa Allah itu penuh kasih setia dalam segala perbuatanNya (Mazmur 145:17). Maka menuai atau menerima menurut kasih setia, berarti menuai atau menerima dengan lapang dada. 

Tidak menindas apalagi menganiaya, hanya dengan tujuan agar dapat menuai atau menerima. Menuai menurut kasih setia itu perlu agar kita tidak dilukai atas apa yang akan kita tuai.

b. Waktu yang tepat mencari Tuhan

Walau dunia sudah berubah jauh sejak zaman nabi Hosea, cobaan dan rintangan pasti tetap silih berganti. Sama seperti yang mereka alami pada waktu itu.

Sekarang, bagaimana sikap kita sebagai umat Tuhan dalam menghadapi cobaan dan rintangan tersebut?. Apakah mengandalkan akal dan pikiran, teknologi yang sudah canggih, prasarana dan sarana yang sudah lengkap?.

Atau, melakukan seperti apa yang diajarkan nabi Hosea kepada bangsa Israel saat itu?. Yaitu mencari Tuhan  dengan motivasi menegakkan keadilan dan kasih setia Tuhan?. 

Sesungguhnya, saat kita mempertahankan perilaku kita di dalam keadilan dan kasih setia, maka pada saat itu juga lah kita sedang berjalan dalam perjalanan mencari Tuhan. 

Maka, Tuhan yang kita cari akan segera menjumpai kita. Dan, tidak hanya menghujani kita dengan keadilan, tetapi juga dengan berkat-berkat semakin berlimpah. 

- Lampiran nas renungan

Hosea 10 ayat 12: “Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari Tuhan, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.” Amin.

Posting Komentar untuk "Motivasi Dan Waktu Yang Tepat Untuk Mencari Tuhan [Hosea 10:12]"